Desa Wisata di Yogyakarta Yang Direkomendasi Untuk Live In

Desa Wisata di Yogyakarta – Banyak sekali desa wisata di Jogja yang menjadi tujuan wisata yang mengasyikkan. Yang menampilkan keseruan dan asyik karena kamu bisa belajar budaya daerah atau desa tersebut. Selnjutnya silakan memilih desa wisata mana yang akan menjadi pilihan tempat ketika kamu berkunjung ke Kota Budaya ini.

Pada program live in, kamu bisa berbaur dengan masyarakat desa dan ikut beraktivitas bersama mereka dengan kegiatan mereka sehari-hari. Seru sekali bukan.? Berbagai macam pengunjung desa wisata, bukan hanya berasal dari wisatawan domestik saja lho. Akan tetapi banyak juga wisatawan mancanegara. Berikut ini adalah beberapa desa wisata di Yogyakarta yang kami rekomendasikan untuk program live in, tinggal bersama penduduk setempat. 

1. Sedjarah Kelor

Kampoeng Sedjarah Kelor berada pada wilayah desa Bangunkerto, kecamatan Turi, kabupaten Sleman, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berjarak ± 25 km dari pusat kota ke arah utara, atau ± 10 km dari ibu kota kabupaten. Untuk mencapai dusun ini dapat melalui jalan darat (beraspal) dalam waktu ± 1 jam dari pusat kota Yogyakarta. Bahkan kendaraan berupa bus besar dapat mencapai dusun ini dengan tempat parkir yang cukup luas dan situasi aman.

Kampoeng Sedjarah Kelor berada pada ketinggian ± 700 meter DPL dengan rerata curah jujan 3.070 mm/tahun. Dengan ketinggian tersebut, kampoeng ini berhawa sejuk (25 – 35° C). Dengan suasana alam pedesaan, diperkuat dengan adanya hamparan kebun salak, sungai yang jernih dan kolam-kolam milik penduduk/kelompok serta panorama gunung merapi dari kejauhan.

Aktifitas yang dapat diikuti meliputi budidaya tanaman salak, pengolahan hasil salak, membuat cendramata, susur sungai, kegiatan budaya local seperti kenduri, dll.

2. Ekowisata Pancoh

Desa Ekowisata Pancoh bisa jadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana pedesaan yang tenang dan hembusan angin sejuk khas pegunungan. Wisatawan yang datang bisa memilih berbagai jenis atraksi yang ditawarkan.

Berbagai atraksi wisata budaya misalnya, mulai dari mengikuti berbagai acara tradisi seperti wiwitan, bermain gamelan, serta ikut membajak sawah secara tradisional.

Sedangkan untuk atraksi wisata alam mulai dari, mengolah biogas, susur sungai, menanam padi, guyang sapi, memanen salak dsb.

Bagi tangan-tangan usil tapi kreatif, desa ini juga menawarkan pengalaman membuat olahan kerajinan mulai dari bambu, janur salak, membatik, mengolah sampah dan kawan-kawannya.

3. Pulesari

Desa Wisata ini menyajikan sebuah wisata alam dan Budaya Tradisi dalam artian Desa yang mempunyai potensi alam yang luar biasa. Sehingga perlu kita manfaatkan sewajarnya dan perlu dilestarikan. Kemudian Budaya Tradisi merupakan wujud dari Desa ini untuk selalu melestarikan nilai-nilai Budaya yang ada pada masyarakat agar tidak punah oleh zaman moderenisasi ini.

4. Pentingsari

Terletak pada lereng Gunung Merapi, sebelah utara pusat Kota Yogyakarta. Bukan hanya suasana desa di lereng gunung yang indah dan sejuk. Pada tempat ini kamu juga bisa belajar banyak hal. Misalnya saja membatik, belajar gamelan, membuat kreasi janur, sampai mengunjungi objek wisata yang ada di sini. Serunya lagi, kamu juga bisa menginap di rumah penduduk atau live in. Wah seru sekali ya..? Saat pagi hari kamu bisa menikmati sejuknya suasana lereng merapi dan sarapan menu khas desa setempat.

5. Tinalah

Alamat Dewi Tinalah berada pada Jalan Persandian Km. 5. Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa wisata ini terletak kawasan Bukit Menoreh pada ketingian 117 mdpl dengan suhu harian 25-32 dc. Dengan pemandangan kawasan pegunungan dan sungai dapat dijadikan sebagai tempat untuk menghilangkan rasa penat. Untuk mengembalikan kesegaran, dan semangat Anda setelah kesibukan aktivitas kerja yang padat dan melelahkan. Udara yang segar menjadikan diri Anda rileks dan sehat.

Anda dapat menikmati paket menarik dan berbagai kegiatan desa wisata ini. Seperti dengan menginap pada Joglo Wiguna dan Omahku atau live in bersama penduduk setempat. Atau dengan menginap bersama di alam bebas, outbound, camping area, makrab (malam akrab) Jogja. Selain itu ada kegiatan Tinalah Tubing, family dan community gathering, Tinalah tracking, susur Sungai Tinalah, wisata alam di Puncak Kleco, Situs Rumah Sandi Negara, dll.

6. Segajih

Desa Wisata Segajih sebenarnya merupakan sebuah kawasan dusun yang termasuk dalam Kelurahan Hargotirto di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Pedesaan di pelosok Yogyakarta ini menawarkan konsep wisata Live-In atau hidup bersama masyarakat setempat. Pengunjung dapat ikut serta dalam berbagai aktivitas dan kebiasaan hidup maasyarakat, menikmati kuliner khas, hingga belajar seni dan budaya lokal.

Berada di Bukit Sepringis yang terletak di lembah Pegunungan Menoreh, Desa Segajih dihuni oleh sekitar 100 kepala keluarga dengan 70 rumah tinggal. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai pengrajin Gula Merah dan Gula Semut. Selain itu mereka juga mencari rumput untuk ternak Kambing, memerah susu, dan mencari kayu bakar. Kehidupan sehari-hari seperti inilah yang akan dirasakan wisatawan yang berkunjung untuk live in bersama mereka.

7. Manding

Terletak di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Pertama kamu bisa belajar tentang kerajinan kulit di sini. Desa Manding sudah lama dikenal sebagai sentra kerajinan kulit di Yogyakarta. Selanjutnya kamu bisa melihat proses produksi aneka kerajinan kulit di sini. Seperti tas, sepatu, ikat pinggang, jaket, dan lain-lain. Seru ya.? Jadi tidak sekadar memakai hasil kerajinannya saja, akan tetapi kamu juga tahu persis bagaimana cara pembuatannya.

8. Kasongan

Masih di Kabupaten Bantul, ada desa wisata Kasongan. Sebagaian besar darimu pasti pernah mendengar Desa Kasongan. Yaitu sentra kerajinan gerabah yang sudah sejak lama menarik perhatian wisatawan. Terdapat banyak jenis kerajinan dari tanah liat yang diproduksi di Kasongan.

Hampir sama dengan sentra kulit Manding, kamu bisa menyaksikan pembuatan gerabag secara langsung. Beberapa pusat produksi juga menyediakan tempat untuk wisatawan yang ingin menjajal membuat gerabah sendiri. Wah, menyenangkan ya.? Letak Desa Kasongan tak jauh dari pusat Kota Yogyakarta. Hanya sekitar 7 Km saja.

9. Tembi

Banyak wisatawan datang ke desa wisata Tembi untuk belajar tentang budaya Jawa. Ada beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi. Antara lain galeri batik, rumah makan, cottage, dan juga Museum Rumah Budaya Tembi. Selain itu di Rumah Tembi ini kamu juga bisa melihat peralatan tradisional yang dahulu biasa dipakai masyarakat Jawa.

10. Kebon Agung

Di sini kamu bisa belajar tentang pertanian. Mulai dari menanam padi, membajak sawah, bercocok tanam, membuat telur asin, dan lain-lain. Selain itu ada aktivitas bersama masyarakat desa dan teman-temanmu atau orang-orang tercinta. Yang tentu menyenangkan selama berada di desa wisata ini.

Hubungi Kami

Bagi anda yang hendak mengunjungi Desa Wisata untuk live in. Baik untuk acara study tour, outing class, field trip, outbound training, company tour atau family gathering, dapat menghubungi kami di nomer telpon : 0819-5864-3820

Follow Us On

Shares