Field Trip Jogja

Field Trip Jogja – Yogyakarta terkenal sebagai salah satu tujuan pariwisata dan merupakan obyek wisata utama di Indonesia. Tidak hanya satu namun bermacam-macam obyek wisata ada di sana. Mulai dari obyek wisata edukasi, pantai, pegunungan, museum dan masih banyak lagi. Selain itu banyak obyek wisata lain yang bisa untuk tempat outing class, outbound maupun field trip atau karyawisata.

Bahkan sejumlah besar pejabat, termasuk para pemimpin negara dan wisatawan lokal maupun manca negara yang telah mengunjungi Yogyakarta untuk menikmati keindahan wisatanya.

Apa Itu Field Trip.?

Field trip atau outing class berisi kegiatan siswa di luar sekolah dengan berbagai kegiatan bermanfaat. Seperti outing class, study tour, karyawisata atau field trip sudah menjadi kegiatan rutin hampir semua sekolah setiap tahunnya. Dengan Field Trip Jogja menjadi salah satu tujuannya.

Sebagian besar pendapat ada yang menganggap study tour dan field trip sama maknanya. Hanya terdapat perbedaan bahasa saja. Namun menurut pandangan kami, perbedaan ada dalam pelaksanaannya.

Untuk objek tujuan study tour bisa memiliki beberapa tujuan lokasi dalam kunjungan 1 hari. Sedangkan dalam field trip biasanya siswa hanya mengunjungi 1 lokasi, dalam kunjungan 1 hari penuh atau setengah hari saja. Sehingga siswa akan lebih fokus pada masalah apa yang saat itu dipelajarinya.

Salah satu tujuan paket Field Trip Yogyakarta yang menjadi unggulan adalah Desa Wisata Pentingsari. Karena dalam 1 hari peserta dapat mengunjungi beberapa lokasi untuk kegiatan field trip dalam lingkup desa wisata Pentingsari.

Dalam Field Trip Jogja ini, kami akan mengajak siswa untuk berpikir kreatif. Dengan harapan melalui kegiatan outing class ini, siswa akan memiliki pengalaman baru. Selain itu siswa dapat melihat dan mengetahui permasalahan secara langsung melalui kunjungan luar sekolah ini. Sehingga penting bagi anak-anak mengikuti kegiatan field trip atau karyawisata ini. Karena kegiatan ini memiliki manfaat bagi pengalaman belajarnya.

Semua program field trip bisa diikuti oleh anak-anak usia SD, SMP, SLTA dan mahasiswa. Namun lokasi dan kegiatannya akan menyesuaikan. Tidak hanya siswa, sejumlah komunitas atau organisasi juga sering menggunakan program field trip Yogyakarta ini untuk menambah wawasan para anggotanya. 

Kegiatan Field Trip :

Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan dalam study tour atau field trip, seperti :

  1. Outbound yang berisi beragam permainan, tantangan untuk individu maupun team, seperti flying fox, arung jeram, paintball, panahan dan games team building lainnya.
  2. Pelatihan seni dan budaya seperti pelatihan membuat keramik, membatik, memainkan alat musik tradisional, pentas seni tradisional, dll
  3. Agro wisata yang terdiri dari agro sawah, apotik hidup, agro sayur dan buah-buahan.
  4. Mengunjungi tempat bersejarah seperti candi, museum, monumen bersejarah, dll.
  5. Tempat wisata edukasi seperti laboratorium science, planetarium, wisata observasi, dll.

1. Outbound

Sudah banyak tempat wisata di Jogja yang sudah memiliki fasilitas untuk outbound. Seperti : candi Prambanan, Hutan Pinus Mangunan, Desa Wisata Pentingsari, dll. Selanjutnya akan dibahas beberapa tempat outbound di Jogja yang menarik, bisa di baca di sini >>>

2. Pelatihan Seni, Budaya dan Agro Wisata

Salah satu tempat kegiatan pelatihan seni adalah membuat keramik atau gerabah berada di Kasongan. Dalam pelatihan ini peserta akan diajarkan membuat gerabah dari tanah liat sampai finishing.

Selain itu adalah kegiatan belajar membatik. Banyak tempat belajar membatik di Jogja. Salah satunya berada di Kampung Giriloyo.

Sedangkan untuk belajar gamelan dan tari jawa tradisional bisa dilakukan beberapa lokasi, salah satunya di desa wisata Pentingsari. Selain itu di sini juga bisa belajar membatik, membuat wayang suket dan agro wisata.

3. Mengunjungi Tempat Bersejarah

Selain Keraton Ngayogyakarta yang menjadi icon Yogyakarta. Masih banyak tempat bersejarah yang bisa dikunjungi. Seperti : Taman Sari, Gedung Agung, Benteng Vredeburg, Monumen Yogya kembali, candi Prambanan, dll.

Hampir semua tempat wisata yang berada di Jogja mengandung unsur wisata edukasi. Beberapa objek wisata itu adalah : Taman Pintar, museum Gunungapi Merapi, museum Dirgantara Mandala, Tebing Breksi, dll.

Berikut ini adalah tempat wisata edukasi yang bisa dijadikan referensi, klik di sini >>>

Desa Wisata Pentingsari

paket field trip yogyakarta 2h1m
Desa Wisata Pentingsari

Salah satu tempat kegiatan Field Trip Jogja adalah desa wisata Pentingsari. Karena desa wisata Pentingsari merupakan salah satu desa wisata yang ada di Yogyakarta. Dengan lokasi tepat berada di bawah kaki gunung Merapi. Sehingga suasana yang ada di desa wisata ini sangatlah sejuk pada siang maupun sore hari.

Oleh karena desa wisata ini merupakan salah satu pelopor desa wisata di Yogyakarta. Yang peresmian menjadi desa wisata pada tanggal 15 Mei 2008. Dengan menawarkan wisata alam dan wisata budaya sebagai daya tarik utamanya. Sehingga setiap tahun, desa wisata Pentingsari banyak dikunjungi para wisatawan baik wisatawan lokal maupun manca negara. Karena itu desa wisata ini telah mendunia. Selanjutnya silahkan baca “Desa Wisata Pentingsari, Desa Wisata Indonesia yang mendunia” (Kompas) klik di sini >>>

Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, desa dan seluruh warga. Sehingga menjadikan pembuatan desa wisata ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Untuk informasi selengkapnya baca koran Harian Kedaulatan Rakyat klik di sini >>>

Tempat Favorit Untuk Pelajar di Desa Wisata Pentingsari

Sebagai salah satu desa wisata di Yogyakarta. Desa Pentingsari merupakan salah satu tempat favorit yang banyak dikunjungi untuk pelaksanaan Field Trip Yogyakarta. Karena banyak kegiatan yang bisa dilakukan, seperti :

  1. Outbound seperti : flying fox, susur sungai, jelajah desa, games team building, dll.
  2. Pelatihan seni dan budaya seperti : belajar membatik, memainkan gamelan, tari tradisional, wayang suket, kreasi janur, dll.
  3. Agro Wisata seperti : bercocok tanam di sawah, berkebun, berternak, perikanan, memerah susu kambing, dll.
  4. Merapi Lava Tour meliputi kegiatan jeep offroad, mengunjungi museum sisa harta, observasi ke batu alien, bunker Kaliadem, dll.

Berikut ini adalah satu kegiatan kegiatan field trip Jogja di Desa Wisata Pentingsari, silahkan menonton:

Pilihan Paket Field Trip :

Start dari Jabodetabek dan sekitarnya

Start dari Stasiun / Bandara Yogyakarta

Bagi anda, sekolah, komunitas, instansi, keluarga yang mau menyelenggarakan field trip Jogja, outing class atau karya wisata. Selanjutnya bisa menghubungi kami di nomer telpon : 0819-5864-3820. Atau klik hubungi kami di bawah ini untuk informasi dan pemesanan paketnya.

Follow Us On

Sekilas Tentang Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia. Adalah merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Yang terletak pada bagian selatan Pulau Jawa, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Dan daerah istimewa ini memiliki luas 3.185,80 km2 . Yang terdiri atas satu kotamadya, dan empat kabupaten, yang terbagi menjadi 78 kecamatan, dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki populasi 3.452.390 jiwa. Dengan proporsi 1.705.404 laki-laki, dan 1.746.986 perempuan. Serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2.

Penyebutan nomenklatur Daerah Istimewa Yogyakarta terlalu panjang. Sehingga menimbulkan penyingkatan nomenklatur menjadi DI Yogyakarta atau DIY. Sementara itu Daerah Istimewa Yogyakarta sering dihubungkan dengan Kota Yogyakarta. Sehingga secara kurang tepat jika sering disebut dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta. 

Meskipun secara geografis merupakan daerah setingkat provinsi terkecil kedua setelah DKI Jakarta. Namun Daerah Istimewa Yogyakarta ini terkenal di tingkat nasional, dan internasional. Terutama sebagai tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali. Walaupun Daerah Istimewa Yogyakarta pernah mengalami beberapa bencana alam besar. Seperti bencana gempa bumi pada tanggal 27 Mei 2006. Erupsi Gunung Merapi selama Oktober-November 2010.

Sejarah Yogyakarta

Sebelum Kemerdekaan

Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta merupakan daerah yang mempunyai pemerintahan sendiri. Atau disebut Zelfbestuurlandschappen / Daerah Swapraja. Yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755. Sedangkan Kadipaten Pakualaman oleh Pangeran Notokusumo (saudara Sultan Hamengku Buwono II) yang bergelar Adipati Paku Alam I pada tahun 1813.

Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan dan Pakualaman sebagai kerajaan. Dengan hak mengatur rumah tangganya sendiri yang dinyatakan dalam kontrak politik. Yang kontrak politik yang terakhir Kasultanan tercantum dalam Staatsblaad 1942 Nomor 47. Sedangkan kontrak politik Pakualaman dalam Staatsblaad 1941 Nomor 577. 

Eksistensi kedua kerajaan tersebut telah mendapat pengakuan dari dunia internasional. Baik pada masa penjajahan Belanda, Inggris, maupun Jepang. Ketika Jepang meninggalkan Indonesia, kedua kerajaan tersebut telah siap menjadi sebuah negara sendiri yang merdeka. Karena telah memiliki sistem pemerintahannya (susunan asli) yang lengkap, wilayah, dan penduduknya.

Setelah Kemerdekaan

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Sri Sultan Hamengkubuwana IX dan Sri Paku Alam VIII menyatakan kepada Presiden RI. Bahwa Daerah Kasultanan Yogyakarta dan Daerah Pakualaman menjadi wilayah Negara RI. Selanjutnya bergabung menjadi satu kesatuan sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan Sri Sultan Hamengkubuwana IX dan Sri Paku Alam VIII sebagai Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI. Dalam hal tersebut terdapat dalam :

  1. Piagam kedudukan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 19 Agustus 1945 dari Presiden RI.
  2. Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 5 September 1945 (dibuat secara terpisah).
  3. Amanat Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 30 Oktober 1945 (dibuat dalam satu naskah).

Peran Yogyakarta dalam Republik Indonesia

Dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), DIY mempunyai peranan yang penting. Faktanya terbukti pada tanggal 4 Januari 1946 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949 pernah menjadi Ibu kota Negara Republik Indonesia. Dan tanggal 4 Januari inilah yang kemudian ditetapkan menjadi hari Yogyakarta Kota Republik pada tahun 2010.

Pada saat ini pemimpin Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat adalah Sri Sultan Hamengkubuwana X. Dan pemimpin Kadipaten Pakualaman adalah Sri Paku Alam X. Yang sekaligus menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Selanutnya keduanya memainkan peran yang menentukan dalam memelihara nilai-nilai budaya, dan adat istiadat Jawa dan merupakan pemersatu masyarakat Yogyakarta. (Sumber dari : wikipedia)

Shares